Jumat, 14 Oktober 2011

GAYATRI MANTRA PENANGKAL ampuh BLACK MAGIC



Ya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta,
jauhkanlah kami dari segala kejahatan dan
bimbinglah kami memperoleh yang
bermanfaat bagi kami
Yajurveda XXX.3.
Ada yang mengatakan agama Hindu sangat dekat dengan magic khususnya black magic, karena Hindu memuja dewi Durga! Bukankah Durga adalah ratunya para leyak? Kami terkejut mendengar pernyataan ini. Bahwa agama Hindu dinyatakan sebagai agama yang sangat dekat dengan black magic. Hindu Dharma atau agama Hindu meliputi cakupan yang sangat luas. Berbagai aspek kehidupan mendapat bimbingan dari ajaran Hindu. Agama Hindu senantiasa mengajarkan umat-Nya untuk senantiasa berbuat baik, menjauhkan diri dari segala bentuk kejahatan termasuk juga niat untuk berbuat jahat.
Kitab suci Veda, khususnya Atharvaveda dengan tegas menolak atau menjauhkan umat manusia dari kecendrungan untuk berbuat jahat. Mantram-mantram Veda selalu memberikan bimbingan dan perlindungan kepada umat-Nya. Kenyataannya masih saja ada manusia berbuat jahat. Memang dalam agama Hindu Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam semesta dan segala isinya dalam dua kondisi, positif dan negatif, baik buruk jujur dan jahat dan lain sebagainya.
Kejahatan atau seseorang berbuat jahat menurut agama Hindu dipengaruhi oleh aspek negatif (Krodha) dari Tuhan Yang Maha Esa. Ketika Tuhan Yang Maha Esa menciptakan umat manusia, maka diciptakan pula Bhuta, Kala, Raksasa, Pisaca dan lain-lain yang akan mengganggu umat manusia. Penguasaan atau pengendali dari mahluk-mahluk ini Rudra, Durga atau Gana. Supaya umat manusia jangan sampai dikuasai oleh mahluk-mahluk atau kekuatan-kekuatan yang menyesatkan itu, setiap orang dituntut untuk mendekatkan diri dengan Tuhan yang Maha Esa. Dalam Hindu Tuhan Yang Maha Esa dipuja melalui berbagai menifestasi-manifestasi-Nya. Diantara berbagai manifestasi atau Udbhava-Nya, maka manifestasi utama-Nya adalah sebagai Brahma, Visnu dan Siva dan ketiganya sering disubut dengan istilah Tri Murti (tiga perwujudan). Masing-masing dari manifestasi utama-Nya itu memiliki power, sakti atau kekuatan untuk menciptakan, memelihara dan melebur seluruh jagat raya, maka Brahma saktinya adalah Sarasvati, dewi ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, Visnu, saktinya adalah Sri dan Laksmi, dewi kemakmuran dan kebahagiaan dan Siva dengan saktinya Durga atau Parvati.
Kata Rudra artinya yang sangat menakutkan sedang kata Durga artinya yang sulit di atasi. Rudra adalah aspek Krodha dari Tuhan Yang Maha Esa. Iringan para Rudra adalah para Marut (Maruta), Bhuta, Kala, Raksasa, Pisaca, Asura dan lain-lain. Kekuatan-kekuatan negatif yang cenderung destruktif ini perlu pengendalian sehingga tidak menghancurkan umat manusia, untuk itu umat manusia dituntut untuk selalu mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa, Hayng Widhi atau Siva Mahadeva untuk keselamatannya.
Dalam agama Hindu Tuhan Yang Maha Esa digambarkan dalam dua aspek, yaitu aspek Santa (damai) dan aspek Krodha (marah). Demikian pula dewa Dharma adalah Yama pada saat mengadili orang-orang yang baik yang mengantarkannya mencapai sorga, tetapi sebaliknya bagi orang-orang jahat, Dharma adalah Yama yang mengerikan yang mengantarkan orang menuju neraka. Baik aspek Krodha maupun Santa dipuja oleh umat Hindu. Aspek Santa Tuhan Yang Maha Esa, misalnya Siva adalah Tuhan Yang Mahaesa yang menganugrahkan keberuntungan atau kerahayuan (the asupicious God), tetapi sebaliknya Ia menjadi Rudra yang sangat menakutkan, demikian pula Parwati adalah dewi yang maha kasih, tetapi Ia adalah Durga, dewi yang sangat menakutkan bagi pelaku perbuatan jahat.
Walaupun Durga adalah dewi yang menakutkan, tetapi umat Hindu juga memuja dewi ini. Dewi Durga atau Sang Hyang Rudra menganugrahkan kekuatan atau prana kepada umat manusia. Prana atau power ini dapat didaya gunakan untuk hal-hal yang positif, misalnya kita jumpai dalam ajaran Yoga atau Tantra. Power yang dimiliki dapat berubah menjadi negatif atau black magic bila digunakan untuk tujuan-tujuan yang bertentangan dengan agama. Power yang diselewengkan inilah menjadi ajaran yang kita kenal di Bali dengan berbagai nama di antaranya adalah "Ajiwegig", ilmu untuk mencelakakan orang. Dalam "Ajiwegig" ini kekuatan Bhuta, Kala, Dengan, Desti dan sebagainya didaya gunakan dan dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tersebut. Umat yang lemah Sraddha atau imannya, maka akan mudah ditundukkan oleh kekuatan-kekuatan negatif yang mencelakkan ini.
Gayatri Mantram Penangkal yang ampuh
Di antara ribuan mantram Veda yang merupakan sabda Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para Maharesi, maka Gayatri Mantra (mantra pertama dari puja Tri Sandhya) disebut sebagai mantra yang sangat bertuah dan paling ampuh dalam mengatasi berbagai persoalan hidup. Gayatri Mantra di dalam Atharvaveda (XIX) disebut sebagai Vedamata, ibu dari kitab suci Veda. Disebutkan pula bahwa Gayatri bersemayam pada setiap hati sanubari yang suci. Para Resi dan segenap umat manusia memuja keagungan-Nya yang menganugrahkan panjang umur, keturunan, binatang ternak yang subur, kekayaan dan cahaya spiritual. Brahman sebagai yang menganugrahkan mantram Gayatri yang bersifat gaib dijelaskan pula oleh kitab-kitab Vedanta. Gayatri sebagai ibu dari Chanda (metrum) Veda senantiasa memberi anugrah kepada penyembahnya. Gayatri adalah Sarasvati yang menjadi obyek pemujaan pada senja hari, membebaskan segala dosa yang dilakukan pada siang hari sebelumnya dan malam sesudahnya. Gayatri intisasi dari kekuatan maha kasih, menaklukkan kekuatan negatif, penuh cahaya gemerlapan. Gayatri adalah wujud semua dewata. Gayatri adalah kebenaran mutlak yang disimbolkan dengan Pranava adalah Savitri, adalah Sarasvati. Ia bersthana pada tiap hati penyembahnya.
Lebih jauh tentang Gayatri, di dalam Mahabharata (Bhismaparva IV.19) dinyatakan: Ia yang mengetahui dan merealisasikan kebenaran dan kesuciann Gayatri mantram memiliki segala kebajikan, ia tidak terbelenggu oleh keduniawian yang menghancurkan.
Bagaimanakah Gayatri dapat berfungsi sebagai penangkal Black Magic, marilah kita pendapat seorang Yogi besar pada abad ini, Swami Sivananda sebagai berikut: "Dari seluruh mantram yang sangat tinggi dan terpenting yang merupakan kekuatan dari segenap tenaga, maha besar adalah Gayatri Mantram. Hal inilah yang mendorong setiap orang yang mencari kebenaran sejati yang meyakini keampuhan, kekuatan dan keagungan mantram ini yang tidak membedakan seseorang dalam kelahiran, kepercayaan, sekta dan perbedaan lainnya. Hanyalah satu keyakinan dan kesucian hati dapat merealisasikannya. Sungguh Gayatri Mantram adalah senjata dan benteng spiritual yang benar-benar tangguh yang menjaga dan melindungi Sadhaka-Nya (yang melakukan praktek Gayatri/Gayatri Sadhana), yang mentransformasikan (mengubah perilaku) menjadi suci dan dirahmati dengan cahaya spiritual yang terang benderang. Apapun Istadevata (dewa pujaan) anda, dengan secara teratur melakukan Japa Gayatri (mengucapkan berulang-ulang mantram Gayatri) dengan sarana Japamala (tasbih) setiap hari, Tuhan Yang Maha Esa akan menganugrahkan kebajikan, ketentraman dan kebahagiaan di dunia ini maupun di alam sana. Adalah anggapan yang keliru bahwa mantram ini hanya digunakan oleh para Pandita saja. mantram ini dapat dipakai secara universal, mantram ini ditujukan kepada Yang Maha Agung. Mantram ini adalah satu-satunya mantram yang membimbing menuju cahaya spiritual yang transendental bagi kemanusiaan. Mantram ini adalah mantram yang paling luhur dari semua mantram, adalah Brahman itu sendiri. Mantram ini diakui dan diterima oleh segenap atau berbagai macam siswa kerohanian, ada yang meyakini sebagai pemujaan kepada dewi Durga, Hari, Asditya, dan juga sebagai yang maha murni, Brahman yang Nirguna. Cahaya kerohanian akan memancar bagi para Brahmacari, memberikan dorongan, kesejahtraan dan ketentraman bagi para Grhastha (bagi yang berumah tangga). Demikian pula kekuatan dan kebahagiaan bagi Vanaprastha (yang mengurangi ikatan keduniawian). , juga sejak Brahmacari dengan upacara Upanayana (penganugrahan mantram Gayatri pertama kali oleh guru) sampai seseorang menjadi sannyasin (Yogi). Gayatri mantra merupakan pembimbing, pendorong dan pemberi kekuatan sepanjang hidup.
Bagi uamt Hindu di India, sejak bayi baru lahir (sehabis dimandikan oleh perawat), seorang rohaniwan atau orang tuanya (bapak atau pamannya) membisikkkan mantram Gayatri pada masing-masing lobang telinga kanan dan kiri. Anak yang mendapat bisikan mantram sejak lahirnya, akan sehat dan cerdas dan patuh kepada orang tuanya. Demikian pula bagi yang dalam keadaan sakit, mendapatkan halangan (kecelakaan), mimpi buruk, tidak mendapatkan pekerjaan, tidak memperoleh anak.keturunan atau yang menginginkan anak laki-laki atau perempuan dianjurkan untuk merapalkan dengan kekhusukkan dan kesucian hati mahon karunia Sang Hyang Widhi melalui mantram Gayatri yang sangat utama ini.
Bila seseorang terlatih melakukan pemujaan dan Japa Gayatri, maka mantram Gayatri akan berfungsi sebagai Kavaca (baju spiritual) yang melindungi tubuh seseorang dari berbagai penyakit dan pikiran-pikiran jahat. Demikian pila bila di rumah seluruh keluarga mantap melakukan puja Tri Sandhya dan Japa Gayatri, maka mantram ini berfungsi sebagai Panjara (benteng) yang melindungi keluarga yang bersangkutan dari berbagai gangguan Bhuta, Kala, Desti dan lain sebagainya. Pengalaman bagi mereka yang telah melakukan hal ini secara sungguh-sungguh membuktikan berbagai gangguan magic dapat berhasil diatasi. Bahkan seorang teman yang kehilangan sepeda motornya dengan tekun melakukan Gayatri Sadhana, pencurinya sendiri yang mebawakan motornya itu kembali. Berbagai mujizat yang telah dapat dialami oleh mereka yang dengan tekun melakukan Japa Gaytri atau Gayatri Sadhana. Ternyata Gayatri sangat ampuh menanggulangi black magic.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar